Cybernusa.id – INDRAMAYU
Pihak Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan memberikan mandat ke CV Lintang Kahuripan sebagai pemenang lelang tetapi pihak CV Lintang Kahuripan atau pelaksana di lapangan kurang pengawasan di lapangan hingga diduga pengerjaan Drainase atau Pemasangan U-Ditch tersebut asal jadi serta mengurangi Volume dan memakai bahan material yang kwalitasnya kurang bagus ( rendah)
Diduga akibatnya lepas dari pengawasan dan pantauan konsultan proyek Drainase/ U-DITCH tersebut menunjukkan bahwa ada proyek pembangunan Drainase/ U-Ditch dikerjakan tidak sesuai standar (asal-asalan), Hal ini bisa mengakibatkan kualitas bangunan yang buruk, seperti yang terjadi pada proyek Drainase/ U-Ditch di Perumahan Margalaksana saat di pegang acian pinggir pemasangan U-Ditch sangatlah rapuh dan jarak pemasangan atau kerenggangan U-Ditch yg terpasang 5 cm sampai dengan 10 cm.

Hasil investigasi di lapangan menunjukkan indikasi ketidaksesuaian dalam pelaksanaan proyek. Tim media yang meninjau lokasi menemukan kejanggalan dalam pemasangan material selain itu pastinya tidak adanya pemasangan lantai terlebih dahulu sebelum di pasang U- Ditch. ( 15/09/2025)
Menurut sumber Salah satu warga setempat tidak mau sebutkan namanya, mengatakan ” pekerjaan ini tidak ada yang mengawasi baik dari dinas, pelaksana atau konsultan. Yang ada hanya pekerja saja”. Terbukti dengan hasilnya setelah beres pekerjaan tersebut baru dua minggu bangunan sudah kelihatan retak-retak dan rapuh di beberapa titik sehingga di khawatirkan tidak akan bertahan lama, selain itu awak media kesulitan saat memeriksa bangunan Drainase/U-Ditch tersebut karena tidak adanya keterangan dipapan informasi proyek untuk volume panjang, tinggi serta lebar tidak tercantumkan hanya besaran anggaran Rp. 195.777.000 dengan memakai anggaran APBD Indramayu Tahun 2025.

Menurut sumber masyarakat setempat yang ahli di bidang pembangunan waktu pengerjaan proyek tersebut semua orang luar daerah padahal warga setempat banyak yang ahli.
“Itu yang pemborongnya bukan orang sini kita tanya itu ada yang dari Cirebon, coba jika pemborongnya orang sini pasti pengerjaan akan di utamakan, kwantitasnya akan bagus,” ujarnya.( salah satu warga)
“Lihat saja sekarang sudah mulai retak-retak gitu, kita lihat waktu bikin adukan itu semen nya kurang sehingga terjadi retakan dan cara menempel batu kurang baik, “tuturnya.
Anggaran yang seharusnya dioptimalkan agar kualitas dan Kwantitas pembangunan dapat bertahan lama, efektif dan transparan sangat penting untuk memastikan anggaran digunakan sebaik mungkin untuk kepentingan masyarakat, pengawas dan akuntabilitas bermanfaat bagi pembangunan yang berkelanjutan
Selanjutnya awak media mencoba menghubungin pihak Diskrimrum yang memberikan pekerjaan kepada CV.Lintang kahuripan melalui
Via WhatsApp ke Kabid Diskrimrum
Kris” menjawab pekerjaan belum di priksa,belum diterima dengan alasan masih ada yang di perbaiki “ujar Kabid Kris kepada awak media setelah di komfrimasi.







