Pastikan Keselamatan Masyarakat Sekitar Area, Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Gelar Sosialisasi Major Emergency Drill di Desa Majakerta

Nur 7

Cybernusa.id – INDRAMAYU

Balongan, 22 Oktober 2026 – Memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat di sekitar area operasional kilang, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan menggelar Sosialisasi Major Emergency Drill di Aula Balai Desa Majakerta, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menuju simulasi penanggulangan keadaan darurat skala besar (Major Emergency Drill) yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Oktober 2026 mendatang.

Sosialisasi ini diselenggarakan secara terpadu melalui sinergi antar fungsi di Kilang Balongan, yakni Cungsi Communication, Relations & CSR bersama Fungsi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) bagian Emergency & Insurance (E&I).

Dalam kegiatan tersebut, warga Desa Majakerta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai sinyal dan perbedaan bunyi sirine keadaan darurat, jalur serta mekanisme evakuasi mandiri yang aman, hingga materi keselamatan rumah tangga. Secara khusus, tim HSSE memberikan edukasi mengenai teori segitiga api, hingga praktik penanganan kebocoran gas LPG dan penanggulangan awal saat terjadi kebakaran di dapur.

Selain pemahaman prosedur evakuasi kilang, Warga Desa Majakerta juga dibekali materi “6 Tips Kebiasaan Sederhana Pencegahan Kebakaran” di lingkungan rumah tangga, meliputi, Tidak meninggalkan masakan saat kompor menyala, Memeriksa kompor dan peralatan listrik sebelum meninggalkan rumah, Tidak menyalakan petasan di pemukiman atau ke arah area kilang, Menghindari colokan bertumpuk dan beban listrik berlebih, Membuka gulungan kabel saat digunakan sesuai batas daya dan Mengelola sisa panen tanpa pembakaran terbuka

Kepala Desa Majakerta, Rendra, dalam sambutannya mengapresiasi langkah proaktif RU Balongan yang secara konsisten merangkul dan mengedukasi warga sekitar kilang terkait aspek keselamatan dan mitigasi bencana.

“Kami menyambut baik dan berterima kasih atas perhatian berkesinambungan dari RU Balongan kepada warga Desa Majakerta. Sosialisasi ini sangat penting untuk memberikan edukasi langsung agar masyarakat tidak panik saat mendengar sirine simulasi nanti, sekaligus membekali warga dengan pengetahuan praktis penanganan kebakaran di dapur yang sangat berguna sehari-hari,” ujar Rendra di hadapan perangkat desa dan warga yang hadir.

Sementara itu, mewakili RU Balongan, Sr. Spv. Emergency Response & Facility Heru Purwanto, menekankan bahwa simulasi keadaan darurat tidak hanya melatih kesiapsiagaan personil kilang, tetapi juga harus melibatkan pemahaman masyarakat penyangga (Ring 1) agar terwujud sistem keselamatan yang terintegrasi.

“Keselamatan operasional kilang dan keselamatan warga di sekitarnya adalah satu kesatuan yang tidak dipisahkan. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan warga memahami kode sirine dan tata cara evakuasi, sekaligus meningkatkan kewaspadaan bersama (awareness) terhadap potensi bahaya kebakaran, baik di lingkungan kilang maupun di dalam pemukiman,” jelas Heru.

Kegiatan edukasi keselamatan masyarakat ini juga sejalan dan terintegrasi dengan program Community Involvement and Development (CID) unggulan RU Balongan di Desa Majakerta, yaitu Program PETA (Pemuda Tangguh Bencana). Melalui pilar PETA, Pertamina secara berkelanjutan membina dan meningkatkan kapasitas pemuda dan masyarakat lokal dalam sistem penanggulangan bencana, mulai dari pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga tanggap darurat berbasis masyarakat.

Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Balongan, Rizky Anggia, menegaskan bahwa perhatian terhadap keselamatan warga merupakan prioritas perusahaan.

“Sosialisasi jelang Major Emergency Drill ini merupakan bagian dari komitmen kilang untuk menempatkan keselamatan masyarakat di prioritas tertinggi. Sinergi fungsi CommRel, HSSE, dan masyarakat melalui Program PETA di Desa Majakerta ini membuktikan bahwa budaya sadar bencana harus dibangun bersama secara berkelanjutan. Kami ingin memastikan warga tidak hanya merasa aman, tetapi juga memiliki kapasitas dan ketangguhan mandiri dalam menghadapi potensi bahaya,” pungkas Rizky.

Berita Terkait

Tinggalkan komentar