Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Gelar Upskilling Guru SLB Indramayu, Perkuat Edukasi HIV/AIDS Inklusif

Nur 7

Cybernusa.id – INDRAMAYU

Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Pesona Edukator” menyelenggarakan pelatihan upskilling bagi 17 tenaga pendidik Sekolah Luar Biasa (SLB) dan SMK di Indramayu. Kegiatan yang mengusung tema pendidikan HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi inklusif ini dilangsungkan di Aula Bumi Patra, Indramayu, pada 16 September 2026.

​Pjs Area Manager Communication, Relation and CSR Kilang Balongan, Andromedo Cahyo Purnomo, menjelaskan bahwa program PESONA (Pertamina Support Orang dengan HIV/AIDS) merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memberikan pendampingan, edukasi, serta dukungan psikososial.

Pelatihan ini melibatkan perwakilan dari SLBN Mutiara Hati Indramayu, SLBN Pahlawan Indramayu, SLBN 2 Indramayu, SLB/C Gandasari Jatibarang, serta SMKN 1 Balongan.

​Melalui kegiatan ini, pihak Pertamina berharap para tenaga pendidik mampu memahami isu HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi secara inklusif, khususnya bagi peserta didik penyandang disabilitas. Diharapkan pula para guru dapat aktif mengampanyekan lingkungan sekolah yang ramah, setara, serta bebas dari stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Indramayu.

​Dalam sesi pemaparan materi medis, narasumber dari bagian Health – HSSE Kilang Balongan, dr. Ajat Sudrajat, mengungkapkan data bahwa terdapat 5.394 kasus kumulatif HIV di Indramayu sejak tahun 1993, dengan 2.700 ODHIV di antaranya masih aktif menjalani pengobatan. Ia menegaskan bahwa peran guru sangat krusial dalam menyampaikan edukasi kesehatan reproduksi kepada murid dan orang tua guna mencegah infeksi menular seksual.

​Acara yang terselenggara berkat kolaborasi bersama CoCreAct dan satuan pendidikan ini juga memperkenalkan buku modul berjudul “HIV/AIDS dan Kesehatan Reproduksi Remaja”. Modul tersebut disusun oleh Hasby Ash Shiddeqy bersama tim Kilang Pertamina Balongan sebagai panduan praktis untuk memastikan kebutuhan edukasi kesehatan bagi peserta didik penyandang disabilitas dapat terpenuhi secara optimal.

Berita Terkait

Tinggalkan komentar