Cybernusa.id – INDRAMAYU
Balongan- 5 Agustus 2026 – Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri migas, nyala api flare atau gas suar bakar merupakan pemandangan yang identik dengan operasional kilang minyak. Namun, berbeda dengan anggapan umum bahwa semakin besar nyala api menunjukkan aktivitas kilang yang tinggi, di PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan justru nyala flare yang semakin kecil menjadi indikator keberhasilan perusahaan dalam mengoptimalkan pemanfaatan energi dan menekan emisi gas rumah kaca.
Flare merupakan sistem keselamatan (safety system) yang wajib dimiliki setiap industri minyak dan gas untuk membakar kelebihan gas hidrokarbon secara aman sehingga menjaga keamanan operasi. Di balik fungsinya tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan terus melakukan berbagai inovasi agar gas yang sebelumnya dibakar melalui flare dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi yang bernilai tambah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program inovasi dan improvement yang dikembangkan oleh para Perwira Kilang Balongan dalam optimalisasi pengelolaan gas suar, baik melalui pemanfaatan kembali gas buang sebagai bahan bakar proses maupun melalui berbagai upaya reduksi pembakaran gas suar. Berkat konsistensi tersebut, Kilang Balongan berhasil meraih Penghargaan Kategori Optimalisasi Pengelolaan Gas Suar pada Kegiatan Usaha Hilir Migas Bidang Keselamatan Migas dan Optimalisasi Gas Suar pada Subroto Awards 2025, sebagai bentuk apresiasi Pemerintah atas kontribusi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi energi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Terbaru, Kilang Balongan berhasil mengimplementasikan inovasi Optimalisasi Pengelolaan Excess Gas ex NPU melalui Reaktivasi Line sebagai Bahan Bakar Produksi pada Fuel Gas System. Melalui inovasi ini, gas yang sebelumnya terbuang melalui flare kini dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar proses produksi, sehingga mampu mengurangi pemborosan energi, meningkatkan efisiensi operasional, serta menekan emisi gas rumah kaca secara signifikan.
Implementasi inovasi tersebut memberikan dampak nyata bagi aspek ekonomi, lingkungan, maupun sosial. Dari sisi ekonomi, pemanfaatan kembali excess gas berhasil menurunkan konsumsi natural gas, sehingga menghasilkan efisiensi biaya kurang lebih sebesar Rp 45 miliar per tahun. Dari aspek lingkungan, inovasi ini mampu mengurangi emisi hingga 29.754 ton CO₂ ekuivalen sepanjang tahun 2025, sekaligus mendukung implementasi pengelolaan gas suar yang lebih efektif sesuai ketentuan pemerintah.
Sementara itu, manfaat inovasi juga dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah operasional Kilang Balongan. Berkurangnya pembakaran gas pada flare berdampak pada menurunnya paparan panas radiasi, kebisingan, jelaga, maupun emisi ke udara, sehingga kualitas lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar semakin meningkat.
Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan, Yulianto Triwibowo, menegaskan bahwa inovasi merupakan bagian dari budaya kerja Perwira Kilang Balongan dalam mendukung keberlanjutan bisnis sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Optimalisasi pengelolaan gas suar merupakan bentuk komitmen kami untuk menghadirkan operasi kilang yang semakin andal, efisien, aman, dan ramah lingkungan. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi energi perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui berbagai inovasi berkelanjutan, kami terus mendukung target Net Zero Emission Indonesia tahun 2060 sekaligus memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga,” ujar Yulianto.
Lebih lanjut, Yulianto menambahkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi dan semangat inovasi seluruh Perwira Kilang Balongan dalam menghadirkan solusi yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan, masyarakat, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Sejalan dengan komitmen PT Pertamina Patra Niaga terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), inovasi optimalisasi gas suar di Kilang Balongan menjadi bukti bahwa transformasi operasional tidak hanya mampu meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap agenda transisi energi nasional.
Inisiatif ini sekaligus mendukung pencapaian Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada agenda memperkuat kemandirian energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan. Dengan terus menghadirkan inovasi di setiap lini operasi, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan berkomitmen menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan energi Indonesia sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060.







