Cybernusa.id – INDRAMAYU
Senyum mulai terlihat di wajah para petani Desa Telukagung, Kecamatan Indramayu. Harapan mereka akan saluran irigasi yang lebih baik perlahan mulai terwujud melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh P3A Litok Mandiri dengan anggaran sebesar Rp195 juta yang bersumber dari APBN.
Bagi para petani, saluran irigasi bukan sekadar bangunan fisik. Di balik aliran air yang mengalir ke sawah, tersimpan harapan agar tanaman padi tumbuh subur, hasil panen meningkat, dan kebutuhan keluarga dapat tercukupi.
Pembangunan yang tengah berlangsung itu pun disambut baik oleh masyarakat. Mereka berharap pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para petani yang setiap hari menggantungkan hidup dari hasil sawah.
“Alhamdulillah kami senang ada pembangunan ini. Mudah-mudahan air ke sawah lebih lancar, sehingga petani tidak lagi kesulitan saat musim tanam,” ungkap salah seorang petani.

Menurutnya, kelancaran irigasi sangat menentukan keberhasilan pertanian. Ketika pasokan air mencukupi, tanaman dapat tumbuh optimal dan peluang mendapatkan hasil panen yang lebih baik semakin besar.
Warga juga mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap kebutuhan petani melalui program P3-TGAI. Mereka menilai pembangunan irigasi merupakan investasi penting untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat Desa Telukagung.
Di sisi lain, masyarakat berharap seluruh proses pembangunan tetap mengutamakan kualitas pekerjaan agar saluran irigasi yang dibangun kokoh, tahan lama, dan dapat dimanfaatkan oleh generasi petani berikutnya.
Semangat gotong royong yang tumbuh selama pelaksanaan program menjadi nilai tersendiri. Kehadiran P3A Litok Mandiri dinilai mampu memperkuat kebersamaan masyarakat dalam menjaga dan mengelola jaringan irigasi demi kepentingan bersama.
Para petani berkomitmen untuk ikut merawat saluran irigasi setelah pembangunan selesai. Mereka menyadari bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada proses pembangunan, tetapi juga pada kepedulian masyarakat dalam menjaga fasilitas tersebut.
Dengan hadirnya proyek P3-TGAI P3A Litok Mandiri senilai Rp195 juta ini, para petani berharap aliran air akan semakin lancar, hasil panen meningkat, dan kesejahteraan keluarga petani di Desa Telukagung terus membaik. Bagi mereka, setiap tetes air yang mengalir ke sawah adalah harapan akan masa depan yang lebih baik.







